Tanggal Berita: 2026-03-16
Bali, 5 Juni 2025 — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memberikan Apresiasi Kalpataru Lestari kepada 12 individu dan kelompok yang dinilai konsisten melaksanakan kegiatan pelestarian, mengembangkan dan mereplikasi ke masyarakat, membangun jejaring kolaborasi, membina generasi penerus, serta terus melakukan inovasi. Apresiasi ini diberikan pada puncak peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2025 sebagai bentuk keberlanjutan program Kalpataru.
Sejak pertama kali diberikan pada tahun 1980, Penghargaan Kalpataru telah menjadi bentuk penghormatan negara kepada individu dan kelompok masyarakat yang menunjukkan dedikasi luar biasa dalam melindungi dan mengelola lingkungan hidup. Lebih dari sekadar penghargaan simbolik, Kalpataru telah memberi dampak luas pada aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi, sekaligus mendorong tumbuhnya kesadaran, kepedulian, kepeloporan, dan partisipasi aktif masyarakat.
Penetapan penerima Apresiasi Kalpataru Lestari didasarkan pada sejumlah kriteria, antara lain konsistensi dalam menjalankan kegiatan utama, kemampuan mengembangkan atau mereplikasi kegiatan serta menciptakan inovasi secara mandiri, dampak luas terhadap lingkungan, ekonomi, dan sosial, keberhasilan membangun jejaring kemitraan, serta kemampuan membina kader penerus. Proses penilaian dilakukan melalui pengumpulan data sekunder, penelusuran jejak digital, serta dukungan Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup, Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup di enam wilayah/regional, dan Dinas Lingkungan Hidup di daerah. Penilaian dilakukan oleh tim pertimbangan yang diketuai Sekretaris Utama Menteri LH/BPLH bersama para pakar lingkungan yang ditetapkan oleh Menteri Lingkungan Hidup.
Pada puncak acara peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2025, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., MPselaku Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup,menyerahkan Apresiasi Kalpataru Lestari kepada 12 penerima, yaitu:
1. Paris Sembiring (Sumatera Utara)
2. LSM Bahtera Melayu Bengkalis (Riau)
3. Sadiman (Jawa Tengah)
4. Oday Kodariyah (Jawa Barat)
5. Desa Adat Penglipuran (Bali)
6. TGH. Hasanain Juaini, Lc, MH (NTB)
7. Kelompok Nelayan Prapat Agung Mengening Patasari
(Bali)
8. Hamzah (Kalimantan Selatan)
9. Komunitas Dayak Iban Menua Sungai Utik (Kalimantan
Barat)
10. Herman Sasia (Sulawesi Tengah)
11. Kelompok Isyo Hill’s Rhepang Muaif (Papua)
12. Timotius Hindom (Papua Barat)
Dalam sambutannya, Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., MP, menyampaikan pesan inspiratif:
“Kalpataru bukan sekadar penghargaan, melainkan simbol keteladanan. Mereka mengingatkan kita bahwa masa depan lingkungan dapat lahir dari keberanian individu yang bekerja tanpa sorotan, tanpa insentif, namun penuh cinta dan tanggung jawab”
Pemberian apresiasi ini menjadi pengakuan atas peran nyata para penerima Kalpataru yang selama bertahun-tahun tidak hanya menjaga lingkungan, tetapi juga menginspirasi lahirnya gerakan, inovasi, dan kolaborasi yang berdampak bagi masyarakat luas. Di tengah tantangan perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi, keberadaan para pejuang lingkungan ini menjadi bukti bahwa kerja-kerja pelestarian lingkungan memerlukan ketekunan, keberanian, dan keberlanjutan.
Melalui Apresiasi Kalpataru Lestari, KLH/BPLH menegaskan komitmen untuk terus merawat semangat Kalpataru sebagai gerakan nasional yang hidup, relevan, dan mampu menjawab tantangan lingkungan masa kini dan masa depan.
Penulis: Sekretariat Kalpataru