Cover: Sarasehan 45 Tahun Kalpataru Teguhkan Jejak Inspiratif Pejuang Lingkungan Hidup

Sarasehan 45 Tahun Kalpataru Teguhkan Jejak Inspiratif Pejuang Lingkungan Hidup

Tanggal Berita: 2026-03-16

Bali, 4 Juni 2025 — Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyelenggarakan Sarasehan 45 Tahun Kalpataru bertema Jejak Inspiratif Pejuang Lingkungan Hidup dalam rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Tahun 2025 dan Apresiasi Penghargaan Kalpataru Lestari. Kegiatan yang digelar secara hybrid ini menjadi ruang refleksi bersama atas perjalanan panjang Kalpataru dalam menumbuhkan kepeloporan masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup.


Sarasehan dibuka oleh Sekretaris Utama Kementerian Lingkungan Hidup pada 4 Juni 2025 dengan mengusung semangat Jejak, Inspirasi, dan Aksi: 45 Tahun Kalpataru Membangun Indonesia Lestari. Forum ini melibatkan para penerima Kalpataru, pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, akademisi, dunia usaha, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.


Dalam 45 tahun perjalanannya, tercatat sebanyak 428 penerima Kalpataru dari 35 provinsi telah menorehkan teladan nyata bagi bangsa. Dari desa, kawasan hutan, wilayah pesisir, hingga perkotaan, para penerima Kalpataru menunjukkan bahwa perubahan besar dapat lahir dari tindakan kecil yang dilakukan secara konsisten, tulus, dan berkelanjutan. Kiprah mereka juga telah menginspirasi lahirnya berbagai inovasi lokal dan nasional di bidang lingkungan hidup, serta memperkuat kerja sama lintas sektor.


Dalam beberapa tahun terakhir, dukungan dari dunia usaha terhadap kerja-kerja para penerima Kalpataru juga terus menguat. Melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan, skema kolaborasi, dan kemitraan usaha hijau, muncul sinergi baru yang tidak hanya mendorong konservasi, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal secara berkelanjutan.


Sarasehan ini juga menegaskan pentingnya penguatan gerakan lingkungan di tengah tantangan tiga krisis planet, yakni perubahan iklim, hilangnya keanekaragaman hayati, dan polusi. Karena itu, Kalpataru dipandang perlu terus dikembangkan, bukan hanya sebagai penghargaan tahunan, tetapi sebagai gerakan nasional yang menjangkau generasi muda, memperkuat jejaring alumni, memanfaatkan teknologi, dan memperluas kolaborasi lintas sektor.


Melalui sarasehan ini, KLH/BPLH meneguhkan kembali bahwa semangat Kalpataru adalah semangat gotong royong, kearifan lokal, dan cinta tanah air yang tumbuh dari masyarakat. Jejak para pejuang lingkungan hidup selama 45 tahun menjadi fondasi penting untuk membangun Indonesia yang lebih lestari.


Penulis: Sekretariat Kalpataru