Penyelamatan/penangkaran burung maleo. Desa ini memiliki keunikan kerena memiliki kawasan pantai (Teluk Tomini) tempat bertelur burung Maleo (Macrocephalon maleo) yang dilindungi. Burung ini maskot fauna Sulawesi Tengah karena memang salah satu hewan endemic daerah ini. Bahuddin merintis penyelamatan burung maleo sebelum pemerintah menetapkan burung tersebut dilindungi. Pak Tua begitulah panggilannya, tinggal di lokasi kegiatan dengan mengumpulkan telur pada saat musim bertelur. Selanjutnya ditetaskan dalam kotak penetas. Anak-anak maleo yang sudah berumur 7 hari kemudian dilepas ke habitatnya.