Paris Sembiring adalah pegiat lingkungan yang mendedikasikan hidupnya pada kerja penghijauan, pembibitan tanaman, dan pelestarian tumbuhan langka serta tanaman obat. Sejak tahun 1983, ia secara konsisten melakukan pembibitan dan penangkaran berbagai jenis tanaman penghijauan, perkebunan, dan pertanian. Dari kerja panjang yang dijalankannya selama puluhan tahun, tidak kurang dari 30 juta bibit tanaman telah dihasilkan. Sebagian besar bibit tersebut didistribusikan secara cuma-cuma kepada masyarakat, Pemerintah Kota Medan dan Binjai, lembaga pendidikan, serta gereja. Ini bukan sekadar kerja menanam, tetapi kerja membangun masa depan satu bibit demi satu bibit.
Kegiatan utama Paris Sembiring berpusat pada pembibitan dan penangkaran bibit tanaman untuk kebutuhan penghijauan, perkebunan, dan pertanian. Selain itu, ia juga melakukan pencarian tanaman langka dan tanaman obat ke kawasan hutan Sibolangit. Tanaman-tanaman tersebut kemudian ditangkarkan, dikembangkan, dan ditanam kembali pada dua kawasan sebagai bagian dari upaya pelestarian sumber daya hayati. Melalui pendekatan ini, Paris Sembiring tidak hanya memperbanyak tanaman yang bernilai ekonomi dan ekologis, tetapi juga menjaga keberadaan jenis-jenis tumbuhan yang semakin jarang ditemukan.
Konsistensi yang dibangun sejak 1983 membuat kiprah Paris Sembiring memiliki dampak yang sangat luas. Kegiatan pembibitan yang ia kembangkan tidak berhenti pada produksi bibit semata, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi pemberdayaan masyarakat. Kelompok-kelompok masyarakat yang mengembangkan pembibitan tanaman buah-buahan kini mampu memperoleh penghasilan antara Rp5.000.000 hingga Rp20.000.000 per bulan dari hasil penjualan bibit. Hal ini menunjukkan bahwa pembibitan tanaman dapat menjadi sumber penghidupan yang nyata, sekaligus mendorong masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan yang memperkuat penghijauan dan rehabilitasi lahan.
Dampak sosial dari pengabdiannya juga sangat signifikan. Lebih dari 500 orang telah terdorong untuk menanam pohon buah-buahan dan mengembangkan pola usaha tani yang berhasil. Di antara mereka terdapat masyarakat yang sebelumnya terlibat dalam perambahan hutan, namun kemudian beralih menjadi petani yang produktif. Perubahan ini menjadi salah satu capaian terpenting, karena menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan seiring dengan perubahan perilaku dan penguatan penghidupan masyarakat. Dari hutan yang dulu ditekan, lahir orang-orang yang kemudian justru memilih menanam. Itu jenis perubahan yang tidak muncul dari larangan semata, tetapi dari contoh yang terus dibuktikan hasilnya.
Dari sisi lingkungan, hasil kerja Paris Sembiring juga sangat nyata. Setelah banyak dilakukan penanaman pohon, berbagai mata air mulai muncul kembali. Ini menunjukkan bahwa penghijauan yang dilakukan bukan sekadar memperbaiki tutupan lahan, tetapi juga memulihkan fungsi ekologis kawasan, terutama dalam menjaga tata air. Ketika pohon kembali tumbuh, tanah kembali menyimpan air, dan mata air kembali muncul, itu biasanya pertanda bahwa alam mulai bernapas lebih lega.
Peran Paris Sembiring juga semakin berkembang dalam pendidikan dan pembinaan lingkungan. Saat ini, semakin banyak masyarakat yang peduli terhadap lingkungan melalui kelompok-kelompok yang ia bina, mulai dari siswa SD, SMP, SMA, hingga SMK Adiwiyata, kelompok masyarakat, dan kelompok tani. Kepada mereka, Paris Sembiring terus memberikan pelatihan tentang pembuatan berbagai macam bibit pohon serta pengolahan pupuk organik. Materi yang diajarkan meliputi pembuatan PSB (photosynthetic bacteria), kompos, eco enzyme, dan POC atau pupuk organik cair. Pembinaan ini memperlihatkan bahwa kerja lingkungan yang dibangun Paris Sembiring tidak berhenti pada aksi lapangan, tetapi juga berkembang menjadi transfer pengetahuan yang memperkuat kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.
Apa yang dilakukan Paris Sembiring menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat tumbuh dari kerja yang tekun, sederhana, dan terus menerus. Dari pembibitan yang dirintis sejak 1983, ia berhasil menghasilkan jutaan bibit, menjaga tanaman langka dan tanaman obat, memulihkan fungsi lingkungan, serta membuka jalan bagi masyarakat untuk memperoleh penghidupan yang lebih baik. Melalui dedikasinya, Paris Sembiring tidak hanya menanam pohon, tetapi juga menanam kesadaran, keterampilan, dan harapan. Dari tangan seorang pembibit, tumbuh gerakan penghijauan yang dampaknya menjalar ke lahan, air, dan kehidupan banyak orang.