Eliza Marthen Kissya adalah seorang putra daerah penerus adat Kewang secara turun temurun. Bapak berusia 73 tahun ini berasal dari Negeri Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Sejak tahun 1979 hingga sekarang, beliau menetapkan hati untuk mengabdi menjadi kewang/pemangku adat penjaga lingkungan. Demi melaksanakan aturan adat Eliza rela harus memutuskan pendidikannya yang hanya sampai jenjang Sekolah Rakyat atau setara SD. Sejak tahun 1979, Raja dan Soa Kewang menyepakatiEliza Marthen Kissya sebagai Ketua Kewang. Beliau peduli terhadaplingkungan hutan dan laut dan juga turut meningkatkan kesadaran alam kepada masyarakat.
Masyarakat Negeri Haruku memiliki tradisi yang disebut aturan adat “sasi lompa” yaitu sistem pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dalam bentuk larangan mengambil ikan lompa, pada waktu dan tempat tertentu. Eliza menghidupkan bahkan menggerakkan lagi “sasi lompa” yang sempat tidak berjalan beberapa waktu. Akhirnya sasi lompa berhasil menyelamatkan keberadaan ikan lompa bahkan jauh lebih banyak yang datang di kawasan muara sungai Learissa Kayeli. Sejak tahun 2000, beliau tergerak melindungi endemik fauna Negeri Haruku yang mulai langka yakni “Burung Gosong atau Burung Maleo”.
Eliza sampai saat ini telah berhasil membina kelompok masyarakat dengan cara yang epik melalui pantun dan musik. Dia juga membentuk kader-kader Kewang sebanyak ± 500 pemuda-pemudi, di Haruku, Seram, Banda, Saparua juga Ambon.