Pria kelahiran Benlutu, Nusa Tenggara Timur pada 31 Desember 1974. Pria dengan sosok kecil cenderung pendiam berprofesi sebagai petani, ternyata telah begitu lama memikirkan pemenuhan air bersih di desa kelahirannya. Suami dari ibu Yashinta Klau yang telah dikaruniai 3 orang putera ini, sejak kecil telah menerapkan ajaran dari ayahnya untuk peduli dan selalu menjaga alam serta kepedulian kepada para tetangganya. Sempat disangka kurang waras karena terus memikirkan upaya menjaga dan mengalirkan air melewati jalan curam ke pemukiman masyarakat.
Kepedulian sumber air telah terbentuk sejak muda, yang ditunjukan dengan keberanian beliau untuk meminta keluarganya tidak lagi berkebun dilahan keluarga seluas kurang lebih 2 hektar yang terdapat sumber air, karena kekhawatiran hilangnya sumber air. Ketekunan beliau menjaga dan menanami kembali sumber air tersebut dengan tanaman produktif dan pelindung seperti sirih, buah pinang, kemiri, lamtoro dan anakan bambu yang anakannya terdapat disekitar, menjadikan sumber air tersebut semakin meningkat debitnya dan terjaga, sementara secara ekonomi tanaman keras yang ditanampun telah mampu menghasilkan tanpa harus ditebang.
Keprihatinan kepada keluarga dan masyarakat sekitar yang harus memikul air tiap hari untuk keperluan air bersih keluarga sehari-hari dan kebun dan lahan pertanian terutama di musim kemarau, mendorong Infirmus Abi terus memikirkan cara untuk membantu mereka mendapatkan air bersih dengan mudah tersedia di rumah. Dengan hobi dan ketrampilan unik Infirmus Abi yaitu merakit mesin pengupas kacang, yang tidak dimiliki oleh orang-orang di Benlutu, mencoba mewujudkan gagasan tersebut. Akhirnya pompa hidrolik sederhana dibuat dan air mulai dapat mengalir ke pemukiman, namun masih dengan skala kecil.
Kondisi dan upaya yang telah dilakukan Infirmus Abi telah mendapatkan perhatian dari berbagai pihak baik Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Bupati, LSM yang mendukung Upaya yang dilakukannya. Tahun 2019 air dari mata air mengalir bukan saja bagi Desa Benlutu, tapi juga bagi Desa Hane yang merupakan desa tetangga terdekat. Dengan terus merawat area mata air dengan mencegah penebangan, membiarkan pohon yang tumbang untuk tetap di lokasi, menanam dan melihara lokasi tersebut, bahkan hadiah penghargaan Kalpataru Provinsi digunakan untuk membeli lahan di sekitar mata air agar semakin terlindungi sumber air yang merupakan berkah dari Sang Pencipta. Saat ini pengalaman dan ketrampilan dalam merakit sistem perpipaan dan pompa hidrolik disebarkan kepada yang membutuhkan bukan saja desa tetangga tapi juga desa di kecamatan lain di Kabupaten TTS.