Komang Anik Sugiani, lahir di Tajun, 3 Maret 1990 adalah seorang Dosen tetap Non PNS FakultasTeknik Komputer dan Peneliti Bidang Informasi Teknologi Komunikasi di Politeknik Ganesha Guru, Penulis dan Pengembang Desain Pembelajaran, menyelesaikan program doktor di usia 29 Tahun di Universitas Negeri Malang program studi Teknologi Pembelajaran. Menjadi pendiri Yayasan Project Jyoti Bali di tahun 2020 yang menjadi agen perubahan dalam dunia pendidikan, kemanusiaan, keagamaan, seni budaya, dan olahraga. Salah satu program utama yayasan ini adalah memberikan pembelajaran gratis dengan memanfaatkan sampah, yang kemudian diubah menjadi barang yang bermanfaat. Ini adalah salah satu cara Anik ingin memberikan akses pendidikan gratis kepada anak-anak di pedesaan.
Anik memiliki motivasi yang kuat untuk mendirikan yayasan ini. Dia adalah satu- satunya orang di desa Mengening yang memiliki pendidikan tinggi, bahkan gelar S3. Di desa yang jauh dari perkotaan ini, orang-orang dengan pendidikan tinggi sangat jarang. Orang tua di desa ini juga sering kali memiliki mindset yang kurang mendukung pendidikan tinggi, terutama untuk anak perempuan, yang sering dianggap akan diambil oleh suami dan keluarga setelah menikah. Anik berharap bahwa dengan mendirikan Yayasan Project Jyoti Bali, dia dapat merubah mindset ini secara perlahan namun pasti.
Kecintaannya di bidang pendidikan mendorong untuk mendirikan sekolah desa yang disebut Taman Pintar di Desa Mengening. Taman Pintar ini khusus untuk anak-anak desa yang kurang mampu dengan pembayaran menggunakan sampah plastic atau ecobrick.
Anak-anak yang belajar di Taman Pintar selain belajar secara kognitif juga sudah diasah sejak dini untuk mencintai atau peduli terhadap lingkungan. Dari tahun 2016 sampai saat ini Anik tetap konsisten dan rutin berkegiatan, serta banyak mendapatkan dukungan, apresiasi serta penghargaan dan kerjasama dengan berbagai pihak termasuk swasta. Di Taman Pintar banyak kegiatan lingkungan dan seni dipadukan salah satunya hari Rabu Go Green and Clean yaitu kegiatan gerebek sampah rumah tangga, pilah kelola sampah jadi barang yang bernilai ekonomis seperti ecobrick, bantal alas duduk, wajah plastik, pot dari pampers dan menanam pohon. Dengan tujuan untuk mengasah berbagai kompetensi yang dimiliki para siswa dengan mengusung tema “AKU SAYANG BUMI”, diadopsi oleh Pemerintah Kabupaten Buleleng sebagai program kampanye lingkungan.
Upaya pengelolaan sampah secara berkelanjutan dilakukan melalui pendirian Bank Sampah Sahabat Jyoti pada tahun 2021, pengembangan sawah Eco enzyme “Petani Kembali Organik” dan Ekowisata Kebo Iwa Desa Mengening yang memaduka nnilai sejarah, keindahan alam dan berprinsip Nol Sampah.
Kegiatan sosial dan lingkungan yang dilakukan sedikitnya telah berkontribusi pada perubahan prilaku termasuk pengembangan pertanian dengan memanfaatkan limbah orgnik dari sehari-hari.