Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah 20 Agustus 1966, meniti karir sebagai ASN sebagai Penyuluh Kehutanan yang ditugaskan di Timor Timur, sejak 2019 sampai saat ini (tahun 2024) menjabat sebagai Kepala Kepala BPDAS Way Seputih Way Sekampung, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), sebelumnya menjabat Kepala BPDAS Bangka Belitung.
Idi Bantara menunjukan so sok ASN rasa Aktivis Lingkungan, pada usia menjelang purna tugas tetap terlihat enerjik dan selalu bersahaja. Dalam menjalankan tugasnya baik sebagai penyuluh maupun Kepala Balai, memiliki tekad membangun kemandirian masyarakat melalui pemberdayaan keluarga dalam kelompok, dengan slogan “Masyarakat Mandiri, Hutan Lestari” langkah-langkah pemberdayaan masyarakat secara aktif dilakukan dengan turun langsung di lapangan dan menjalin kemitraan berbagai pihak. Bahkan Idi Bantara dikenal sebagai Kepala Balai yang siap diganggu 24 jam oleh masyarakat dan kelompok tani hutan. Keberhasilan Idi Bantara dalam mengatasi masalah di lapangan, termasuk areal konflik baik yang berada dibawah tanggungjawabnya maupun di luar tanggungjawab sebagai ASN melalui pemberdayaan masyarakat dalam merehabilitasi lahan, disertai kemampuan dalam mengembangkan inovasi dibidang pembibitan, pertanian, kehutanan menjadikan sosok Idi dikenal oleh berbagai kalangan pemerintah, LSM, Akademisi dan tentunya masyarakat baik sebagai fasilitator, narasumber, pendamping. Inovasi pemanfaatan limbah anorganik dan organik seperti kotoran gajah dan hewan lainnya untuk media tanam pembibitan, sistem Pembibitan Akar Telanjang, Sistem MCS-Media Cetak Semai, dan Pengembangan Varietas Lokal.
Penanganan konflik lahan di Gunung Balak Reg. 38, dapat menjadi contoh bagi Program Perhutanan Sosial di lahan konflik, dimana pendekatan yang dilakukan, sistem pengelolaan lahan dengan penghijauan tanaman produktif, inovasi pembibitan sambung, sistem pemasaran serta pendampingan kelembagaan kelompok. Bila dikaitkan dengan Program Perhutanan Sosial, Idi Bantara menjadi sosok Role Model bagi para pendamping PS. Pelibatan perempuan dalam kegiatan juga terlihat salah satunya pemberdayaan ibu-ibu dalam mengembangkan usaha pembibitan Alpukat Siger telah membantu menciptakan lapangan kerja dan pendapatan.
Dedikasi Idi Bantara sebagai ASN juga ditunjukan dengan adanya penghargaan Terbaik Pertama ASN Inovatif Tingkat Nasional Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sebagai mitra bagi para pihak Idi Bantara juga telah mengantarkan mitra yang didampinginya menerima Penghargaan Kalpataru Nasional antara lain Suhada Penerima Penghargaan Kalpataru tahun 2022 dari TN Way Kambas, Petani dari Jawa Tengah, serta Kelompok Tani Mutiara Hijau dari Lampung Timur sebagai nominator Penghargaan Kalpataru tahun 2022.