Kelompok Tani Hutan Wanapaksi
Kelompok Tani Hutan Wanapaksi
" Melestarikan Hutan dengan Adopsi Sarang Burung"

Kelompok Tani Hutan (KTH) Wanapaksi merupakan nama kelompok penjaga habitat burung dan pelestarian burung di bukit Menoreh. Kelompok ini dibentuk pada tanggal 2 Desember 2018, namun sejatinya sudah berkegiatan sejak tahun 2012, beranggotakan 54 orang, dimana sebagian anggota sebelumnya adalah para pemburu burung. Namun sekitar tahun 2014 mulai merasakan kehilangan kicauan burung-burung yang biasanya mengiringi hari mereka. Hutan dan kebun menjadi sepi. Tekad untuk melestarikan burung dibuktikan oleh beberapa mantan pemburu burung di lingkup Gunungkelir yang membentuk Masyarakat Pemerhati Burung Jatimulyo (MPBJ) yang menjadi cikal bakal KTH Wanapaksi.

KTH Wanapaksi dibentuk untuk mewadahi petani hutan di Pedukuhan Gunung Kelir dan sekitarnya dalam upaya konservasi sumber daya alam flora dan fauna yang ada di Jatimulyo, mengembangkan agroforestry Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) dan jasa lingkungan, serta pemasaran produk dan jasa hutan, dan menjadi menjadi garda depan dalam mengawal Perdes 8/2014, khususnya penegakan pasal pelestarian burung di Gunungkelir. Beragam bentuk kegiatan dilakukan melalui pengeloaan wisata termasuk homestay, program adopsi sarang burung, pengolahan kopi dsb.

Seiring waktu, kegiatan penyelamatan burung telah membuahkan hasil dan berdampak pada ketersediaan air bersih dengan terjaga dan munculnya mata air baru, semakin bertambahnya jenis tumbuhan dan hewan karena tempat hidupnya tersedia, dan tujuan utama penyelamatan burungpun terbukti berhasil dengan kembali bermunculan dan bersuaranya burung-burung yang sempat hilang, dari data di KTH Wanapaksi terdapat 113 kini hidup di Jatimulyo.

Kembalinya beragam jenis burung juga turut berkontribusi pada perkembangan ekonomi masyarakat, yang dibuktikan dengan tersedianya lapangan kerja bagi warga, yaitu terbukanya lapangan kerja bagi warga, seperti: pengelola wisata, pemandu wisata, pedagang kuliner, pengelola homestay, tukang parkir dan jasa transportasi, pemandu, usaha oleh-oleh dan kerajinan bambu yang dipasarkan pada wisatawan yang berkunjung, juga makanan ringan seperti kripik pegagan, peyek, kripik pisang, kripik talas, kopi, madu klanceng, dan miniature burung.

Kalurahan Jatimulyo kini sudah lebih dikenal bahkan ditingkat Internasional, pemburu burung kini telah beralih profesi sebagai pemandu wisata, pemandu fotografer burung dsb.