Berikut adalah daftar penerima Penghagaan Kalpataru di Maluku
Kategori: Pembina Lingkungan
Tahun: 2022-06-01
Status: Aktif
Eliza Marthen Kissya adalah seorang putra daerah penerus adat Kewang secara turun temurun. Bapak berusia 73 tahun ini berasal dari Negeri Haruku, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Sejak tahun 1979 hingga sekarang, beliau menetapkan hati untuk mengabdi menjadi kewang/pemangku adat penjaga lingkungan. Demi melaksanakan aturan adat Eliza rela harus memutuskan pendidikannya yang hanya sampai jenjang Sekolah Rakyat atau setara SD.…
Kategori: Pembina Lingkungan
Tahun: 2003-06-01
Status: Aktif
Kegiatan yang dilakukan adalah penanaman mangrove di teluk Ambon seluas 30 ha dan mengkonservasi mangrove pada lahan seluas 200 ha. Prestasi lainnya adalah penyediaan bibit bakau, revitalisasi lembaga adat kewang dan penerapan sasi. Kegiatan lain adalah penghijauan lahan kritis, diklat pertanian organik, dan penerapan alat tangkap bagi nelayan yang berbasis pelestarian lingkungan.
Kategori: Penyelamat Lingkungan
Tahun: 1985-06-01
Status: Tidak Aktif
Pelestarian Alam dan revitalisasi kearifan lokal. Masyarakat Haruku masih memegang teguh aturan adat yang berkaitan lingkungan dan pelestarian alam, yaitu Sasi. Sasi berisi aturan yang harus dipatuhi semua warga, yaitu aturan pengelolaan lingkungan. Di dalamnya juga diatur sanksi atas pelanggarannya. Aturan sasi mencakup sasi laut, sasi darat, sasi kampong dan sasi hutan. Sasi laut misalnya, mengatur pengelolaan sumber daya laut,…
Kategori: Penyelamat Lingkungan
Tahun: 1982-06-01
Status: Aktif
a. Kewang adalah lembaga adat yang secara sukarela mengawasi tindakan warga masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya hayati yang diakui milik bersama dan dimanfaatkan bersama. b. Membuat aturan pemanfaatan sumber daya alam dan mengandung saksi atas pelanggarannya c. Mengawasi tindakan warga masyarakat sekaligus mengadili dan menghukumnya sehingga berhasil menciptakan keserasian sosial dan kelestarian sumber daya hayati