Berikut adalah daftar penerima Penghagaan Kalpataru di Sumatera Barat
Kategori: Pembina Lingkungan
Tahun: 2020-06-01
Status: Aktif
Setelah merantau ke Malaysia, Zofrawandi kembali ke Nagari Indudur, Kabupaten Solok, dan mendapati kondisi lingkungan yang rusak akibat penebangan liar serta rendahnya kepedulian masyarakat. Selain itu, berbagai masalah sosial seperti perjudian, minuman keras, dan putus sekolah turut memperparah keadaan. Sebagai upaya perbaikan, Zofrawandi mulai melakukan penghijauan di lahan kosong serta mendorong penyusunan peraturan nagari (pernag). Sejak menjabat sebagai Wali Nagari…
Kategori: Pengabdi Lingkungan
Tahun: 2016-06-01
Status: Aktif
a. Melakukan penghijauan hutan masyarakat Nagari Paninggahan seluas 700 hektar sehingga mampu memberikan air yang cukup untuk mengairi sawah seluas kurang lebih 400 hektar. b. Penanaman pohon jati disumber mata air Koto Baru Tambak seluas 5.000 m2. c. Mempelopori pembentukan Bank Sampah “Singkarak Bank Sampah”.
Kategori: Pengabdi Lingkungan
Tahun: 2014-06-01
Status: Aktif
Dikenal sebagai “Polisi Lingkungan”, Mengatasi banjir dan mengatasi kekeringan dengan mempelopori pembangunan Cek Dam Pengendali Air sebanyak 3 (tiga) unit pada lahan seluas ±1 Ha, bisa mengairi sawah masyarakat sekitar ± 80 Ha budidayakan ikan menghasilkan 3,5 ton, peternakan Kambing 60 ekor. Inovasi yang luar biasa adalah membangun pembangkit listrik tenaga Micro hydro (turbin) yang telah menghasilkan daya ± 3.000…
Kategori: Perintis Lingkungan
Tahun: 2014-06-01
Status: Meninggal
Penyelamatan DAS dengan penanaman bambu sebanyak 20.000 batang sepanjang + 8 km, sejak tahun 2009. Menghijaukan hutan larangan seluas 150 Ha yang diserahkan oleh ninik mamak setempat. Mengamankan 40 mata air. Menyebarkan kepada kelompok dan masyarakat berbagai jenis ikan sebanyak 40.000 ekor yang dipanen sekali dalam setahun. Mengolah sampah organik dari kotoran sapi menjadi menjadi pupuk kompos yang digunakan untuk…
Kategori: Penyelamat Lingkungan
Tahun: 2014-06-01
Status: Aktif
Melakukan konservasi hutan sejak tahun 2008 seluas ± 2.400 (1.300 Ha berada di Kab. Solok Selatan dan 1.100 Ha Kab. Dharmasraya). Pembentukan lembaga Pusat Rehabilitasi Satwa Harimau Sumatera (PRSHS) semenjak tahun 2012 seluas 10 ha.