Berikut adalah daftar penerima Penghagaan Kalpataru di DI Yogyakarta
Kategori: Penyelamat Lingkungan
Tahun: 2024-06-01
Status: Aktif
Kelompok Tani Hutan (KTH) Wanapaksi merupakan nama kelompok penjaga habitat burung dan pelestarian burung di bukit Menoreh. Kelompok ini dibentuk pada tanggal 2 Desember 2018, namun sejatinya sudah berkegiatan sejak tahun 2012, beranggotakan 54 orang, dimana sebagian anggota sebelumnya adalah para pemburu burung. Namun sekitar tahun 2014 mulai merasakan kehilangan kicauan burung-burung yang biasanya mengiringi hari mereka. Hutan dan kebun…
Kategori: Perintis Lingkungan
Tahun: 2021-06-01
Status: Aktif
Purwo Harsono, atau yang biasa disapa Ipung, lahir pada tahun 1967 di Dukuh Mangunan, Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta. Sebagai warga asli Mangunan, ia sangat memahami kondisi desanya. Pada tahun 1980-an, wilayah Mangunan merupakan daerah pinggiran dengan banyak keterbatasan. Masyarakat bekerja sebagai penyadap getah pinus dan petani ladang. Masalah keamanan hutan seperti kebakaran dan pencurian kayu terus meningkat seiring…
Kategori: Pengabdi Lingkungan
Tahun: 2021-06-01
Status: Aktif
Suswaningsih, S.TP lahir di Gunungkidul pada tanggal 14 Oktober 1969. Awalnya bekerja sebagai tenaga honor penyuluh mulai tahun 1990, sebelum diangkat sebagai CPNS tahun 1998 dan menjadi Penyuluh Pertanian (PNS) di Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul. Wilayah kerjanya hanya meliputi Kelurahan Bohol, tapi ia rela bekerja di luar jam kerja dan tupoksinya untuk mendampingi dan memberdayakan masyarakat di Kelurahan…
Kategori: Penyelamat Lingkungan
Tahun: 2018-06-01
Status: Aktif
a. Rehabilitasi hutan dengan tanaman kayu-kayuan b. Perlindungan dan pengelolaan mata air c. Pertanian organik d. Pemanfaatan sampah menjadi barang kerajinan produktif e. Pemanfaatan limbah kayu menjadi barang souvenir dan arang f. Pengembangan areal desa untuk ekowisata (gunung Gregak)
Kategori: Perintis Lingkungan
Tahun: 2018-06-01
Status: Aktif
a. Pertanian organik berbasis masyarakat b. Membangun embung-embung untuk menunjang kegiatan pertanian organik sebagai pengairan dan penyelamatan sumber mata air dan instalasi pengairan lahan pertanian c. Rehabilitasi dan penghijauan lahan kritis